INFO-Cikarang.com – Beberapa saat yang lalu tepatnya pukul 14.55 WIB, telah terjadi gempa di Tasikmalaya. Gempa dengan kekuatan 7,3 Skala Richter (SR) menurut catatan pihak BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika), lokasinya berada pada 8,24 Lintang Selatan; 107,32 Bujur Timur;.0 dengan kedalaman 30 kilometer di bawah permukaan laut; sekitar 142 kilometer Barat Daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa ini berpotensi tsunami.
Gempa kuat yang mengguncang wilayah bagian Selatan Pulau Jawa tersebut, mengakibatkan robohnya gedung rektorat universitas di Tasikmalaya, Jawa Barat. Demikian dikemukakan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam Pakaya. “Informasi sementara dari Tasikmalaya ada gedung rektorat universitas yang roboh,” ungkapnya. Namun ketika dipastikan universitas mana, Rustam masih mengkonfirmasi lebih lanjut. “Kita sulit menghubungi ke sana,” imbuhnya.
Menurut dia, gempa juga mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak. Namun demikian belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. “Kita masih terus berkoordinasi,” kata Rustam.
Gempa bumi yang terjadi di Tasikmalaya siang tadi, getarannya juga terasa di Kabupaten Garut yang menyebabkan puluhan rumah warga rusak, bahkan beberapa di antaranya roboh. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan; sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di antaranya terjadi di Kecamatan Pamengpeuk, Kecamatan Karang Pawitan, dan Kecamatan Garut Kota.
Bahkan, salah satu ruko penjual sepatu di Jalan Cileduk, Garut Kota; juga tak kuasa menahan getaran gempa hingga akhirnya roboh. Belum diketahui adanya korban jiwa akibat kejadian ini, namun kabarnya sejumlah warga mengalami luka akibat gempa bumi yang sempat berpotensi tsunami tersebut.
Gempa berkekuatan 7,3 SR tersebut juga terasa hingga ke Pulau Bali. Di Bali, kekuatan gempa yang dirasakan termasuk dalam skala II Modified Mercally Intensity (MMI). “Getarannya seperti halnya ketika ada truk yang melintas di depan kita,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMG Wilayah III Denpasar, Endro Tjahjono ketika dihubungi, Rabu (2/9/2009). Endro menyatakan, getaran gempa di Bali lebih kecil dibandingkan sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun demikian, hampir semua masyarakat di Bali merasakannya.
Gempa yang mengakibatkan jaringan telekomunikasi di Tasikmalaya terputus tersebut, juga terasa cukup kuat sampai di Bengkulu. Akibat besarnya guncangan gempa tersebut, membuat warga berhamburan ke luar rumah dan kantor.

Lain halnya yang terjadi di Cibinong, Bogor. Sedikitnya 11 rumah milik warga di Kampung Babakan Caringin, Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, rata dengan tanah akibat gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada hari Rabu, 02-09-2009 pukul 14.55 WIB tersebut. Sedangkan kerugian harta benda masih dalam perhitungan. Selain kerusakan rumah, akses masuk dan keluar dari Kalapa Nunggal, Kecamatan Cibinong, saat ini tertutup longsoran tanah tebing yang runtuh ketika gempa terjadi.
sumber berita : okezone.com, tvone.co.id
Pingback: Gempa Tasikmalaya | Rabu,02-09-2009